Pengikut

Selamat pagi dan selamat beraktivitas sobat boytriks. Ada satu quote menarik yang terus menerus saya ingat sampai saat ini. Quote ini mungkin telah beribu-ribu kali ditulis dan dibaca orang. Bahkan sudah dimodifikasi dengan gaya bahasa dan terjemahannya masing-masing. Quote yang sebenarnya agak munafik, namun kenyataannya memang seperti itu. Mau tidak mau kita harus terima. Mungkin kemunafikan itu sendiri yang tidak munafik. Setidaknya dia dengan jelas menyebut dirinya munafik.

Daripada semakin ngelantur jauh kemana-mana dan berputar-putar, lebih baik langsung saja kita masuk ke quote yang saya maksud. Mohon maaf bila mukaddimahnya sudah saya lebih-lebihkan, padahal quotenya biasa saja menurut kalian para pembaca yang budiman dan budiwoman.

"Jika kalian mencintai seseorang hanya dari fisiknya, maka jangan salahkan orang tersebut jika suatu hari dia juga memilih orang lain yang fisiknya lebih baik."

Bagaimana? Dalam?
Dalam atau dangkal kembali ke pribadi masing-masing. Tergantung sejauh apa kekhilafan yang pernah atau sedang kalian lakukan.

Bagaimana? Munafik?
Iya, sih. Rada munafik. Jarang sekali dalam keseharian kita jatuh cinta atau melihat seseorang dari hatinya terlebih dahulu. Wanita cantik atau lelaki tampan pasti didahulukan. Didahulukan dalam antri tiket masuk dufan atau masuk neraka. Hehehe, becanda. Manusia tidak dinilai dari tampilan fisiknya (seharusnya). Tapi kenyataannya banyak wanita yang akan tersenyum bergandengan tangan dengan pria tampan saat di tempat umum walau saat di kamar dia ditampar bolak-balik. Dengan alasan cinta. Banyak pula lelaki yang dengan bangga memperkenalkan pasangannya yang cantik yang terus-menerus menghabiskan hartanya dengan cara tidak baik bahkan terkadang nakal dengan pria lain. Dengan alasan cinta pula.

Tunggu dulu. Dengan alasan cinta? Hmm.. Coba tanya, hati kita, dengan alasan ego atau nafsu? Atau gengsi?

Lalu bagaimana agar kita dapat mencintai hati?
Sulit untuk dideskripsikan. Jika dapat memilih saya lebih baik memilih mendeskripsikan kentut. Kentut adalah gas buangan yang ditimbulkan oleh asam lambung yang berubah menjadi gas dan bila sudah tidak tertahankan lagi dia akan memaksa keluar dari anus, kadang berbau sumbu kompor, kadang baunya masih dapat dinetralisir oleh udara sekitar.

Namun karena saya sudah nekat menuliskan judul postingan ini, apa boleh buat. Nasi sudah menjadi bubur, saatnya beli kecap dan kerupuk.

Lalu bagaimana agar kita dapat mencintai hati?
Dengan logika kentut tadi, maka saya akan mencoba menjelaskan caranya. Hati hanyalah trigger (buat yang ga tau artinya, artinya itu kurang lebih pemicu), sama seperti asam lambung yang menimbulkan gas. Selanjutnya saat kita kentut, itulah cinta.

Lalu bagaimana agar kita dapat mencintai hati?
Perbanyaknyalah asam lambung. Maka kentut akan keluar terus-menerus. Dengan kata lain, perkayalah hati kita dengan hikmah dan kebaikan. Niscaya cinta akan terus meletup-letup di hati kita.

Pilihlah pasangan yang membawa perbaikan bagi kita. Atau jika kita ingin mencintai dengan tulus, tentu saja pasangan tersebut juga mendapat perbaikan dari kita.

Sekian postingan aneh ini. Kepala saya sudah ngebul kebanyakan mikir. Hehehe

_Salam_

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, komentar sobat adalah inspirasi saya !!